A A A

Clopidogrel + Aspirin = Pencegah Stroke

Biasanya kasus semacam ini ditangani dengan warfarin, namun penentuan dosisnya adalah hal yang menyulitkan. Bila dosisnya terlalu sedikit, maka akan terjadi stroke, namun bila terlalu banyak maka terjadi risiko pendarahan. Pasien yang diberi warfarin biasanya sering bolak-balik ke dokter untuk memonitor dosisnya.

Karena alasan tersebut, maka banyak penderita stroke yang kemudian beralih kepada aspirin, walau pun khasiat aspirin kurang bila dibandingkan dengan warfarin untuk mencegah stroke.

Dr. Stuart Connolly, dari Universitas Mc Master Ontario, memimpin sebuah penelitian guna menguji apakah dengan menambahkan clopidogrel, di samping aspirin, akan membantu penderita stroke tersebut.

Penelitian ini melibatkan 7.554 pasien penderita stroke. Sebagian diberi aspirin, sebagian sisanya diberi aspirin dan clopidogrel.

Setelah diamati selama 4 tahun, kombinasi dua macam obat ini mampu menurunkan serangan jantung, kematian akibat jantung, stroke, dan pembekuan darah sebesar 11%. Akan tetapi kombinasi ini menyebabkan peningkatan pendarahan, yakni sebesar 251 kasus bila dibandingkan dengan 162 kasus pada pasien yang hanya mengkonsumsi aspirin. Namun pendarahan ini tidaklah fatal.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, dan dipresentasikan dalam konferensi American College of Cardiology hari Selasa lalu.

Menanggapi hasil penelitian tersebut, Dr. Richard Page, seorang ahli jantung dari Universitas Washington menyatakan bahwa warfarin tetaplah obat utama namun pada pasien yang tidak mampu mentoleransinya, kombinasi clopidogrel dan aspirin dapat diberikan.

 

Fibrilasi atrial (atrial fibrillation) adalah gangguan ritme jantung di mana bagian atas jantung bergetar, bukannya berdenyut secara normal. Hal ini menyebabkan darah mengumpul dan membentuk bekuan yang dapat bergerak menuju otak, sehingga menyebabkan stroke.