Rekomendasi Kami :

 

Obat Herbal Kanker Serviks

Obat Herbal Kanker Payudara

Obat Herbal Kanker Hati

Penyembuhan Jerawat

Obat Herbal Amandel

Obat Herbal Ambeien

Obat Herbal Darah Tinggi

Obat Herbal Diabetes

Ramuan Anti Ejakulasi Dini

Obat Herbal Gagal Ginjal

Obat Herbal Hepatitis A, B, C

Obat Herbal Hipertensi

Obat Herbal Impotensi

Obat Herbal Insomnia

Obat Herbal Jantung Koroner,

Obat Herbal Kencing Manis

Obat Herbal Kista

Obat Herbal Maag

Obat Herbal Rematik

Obat Herbal Sinusitis

Obat Herbal Stroke

Obat Herbal Vertigo

Obat Herbal Torch

 

 

Terapi Diabetes>

Terapi Asam Urat

obat penurun kolesterol>

Sekolah Sulap, Belajar Sulap

Master Hipnotis, Belajar Hipnotis

A A A

Penyakit Mata

  • Cara Mengatasi Cedera Bola Mata

    Kebanyakan orang dengan globe pecah hampir tidak bisa melihat. Mata seringkali benar-benar menyimpang dan pupil kemungkinan tajam seperti tetesan air mata. Kadangkala cairan keluar dari mata.

  • Cara Pengobatan Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis)

    Kondisi diobati dengan tetes mata anti alergi. Obat seperti itu termasuk cromolyn, lodoxamide, olopatadine, dan tetes mata antihistamin, seperti emedastine dan levocabastine.

  • Cara Pengobatan Keratokonus

    Untuk mengetahui kelengkungan kornea bisa dilakukan topografi kornea. Pada keratokonus stadium lanjut, penipisan kornea bisa diukur dengan pakimetri.

  • Cara Pengobatan Pembengkakan Rongga Mata

    Peradangan biasanya diobati dengan obat kortikosteroid, yang bisa diberikan melalui mulut. Kortikosteroid bisa diberikan secara infus jika peradangan berat.

  • Cara Pengobatan Trombosis Sinus Kavernosus

    Segera diberikan antibiotik dosis tinggi secara intravena (melalui pembuluh darah). Jika dalam waktu 24 jam keadaan penderita tidak membaik, dilakukan pembedahan untuk mengeringkan sinus (drainase).

  • Cedera Mata

    Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat.

  • Gangguan Saraf Optik

    Kedua saraf mata membawa sinyal dari mata menuju bagian belakang otak. Pada struktur di otak disebut optic chiasm, setiap saraf membelah, dan separuhnya serat yang melintang di atas sisi lainnya.

  • Hasil Diagnosa Endoftalmitis

    Endoftalmitis merupakan suatu keadaan darurat. Pengobatan harus segera diberikan, menunda pengobatan bisa menyebabkan kebutaan.

  • Hasil Diagnosa Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)

    Infeksi bisa menyebar dari sinus, gigi, atau aliran darat menuju rongga mata/orbit. Infeksi pada orbit disebut orbital cellulitis. Infeksi mata bisa terjadi setelah luka.

  • Hasil Diagnosa Keratokonjungtivitis Sikka

    Pembedahan dilakukan untuk menyumbat pengaliran air mata ke hidung sehingga lebih banyak air mata yang digunakan untuk membasahi mata.

  • Hasil Diagnosa Melanoma Koroid

    Melanoma merupakan jenis kanker yang sangat agresif dan bisa cepat menyebar. Melanoma bisa disebabkan oleh pemaparan sinar matahari yang berlebihan.

  • Hasil Diagnosa Optic Neuritis

    Optic neuritis kemungkinan disebabkan oleh infeksi virus (khususnya pada anak), vaksinasi, meningitis, sifilis, penyakit autoimmun tertentu seperti multiple sclerosis, dan peradangan intraocular (uveitis).

  • Hasil Diagnosa Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat

    Jika arteri pusat retinal mampet, mata yang terkena mengalami kehilangan pandangan mendadak tetapi tanpa rasa sakit. Tersekatnya vena retinal pusat menyebabkan vena yang penuh dan mengembang di depan saraf optik.

  • Iritis Trauma dan Iritis Kimia

    Iritis bisa terjadi setelah trauma benda tumpul pada mata atau terbakar bahan kimia, biasanya dalam 3 hari. Meskipun begitu, iritis bisa juga terjadi tanpa luka.

  • Kanker yang Mempengaruhi Retina

    Kanker yang mempengaruhi retina secara umum mulai pada choroid, lapisan padat pembuluh darah yang menyuplai retina. Choroid terjepit di antara retina dan sclera (bagian putih mata luar).

  • Kelainan Pembuluh Darah Retina

    Dengan menggunakan oftalmoskop, bisa terlihat pembuluh darah yang menebal dan petunjuk lainnya dari menurunnya pasokan darah ke retina.

  • Kelainan Saraf Optikus

    Saraf-saraf kecil pada retina merasakan sinar dan mengrimkan gelombang saraf kepada saraf optikus, yang akan membawa gelombang saraf tersebut ke otak.

  • Keratitis Ulserativa Perifer

    Keratitis Ulserativa Perifer adalah suatu peradangan dan ulserasi (pembentukan ulkus) pada kornea yang seringkali terjadi pada penderita penyakit jaringan ikat (misalnya artritis rematoid).

  • Keratomalasia

    Jika tidak diberikan pengobatan yang adekuat maka perlunakan kornea akan menyebabkan infeksi, perforasi serta perubahan jaringan yang bersifat degeneratif, sehingga akhinya terjadi kebutaan.

  • Mata & Penglihatan

    Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf.

  • Penyebab Ablasio Retina

    Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya.

  • Penyebab Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)

    Jika infeksi yang ringan atau berulang berlangsung lama maka sebagian besar gejala mungkin menghilang hanya pembengkakan ringan yang menetap.

  • Penyebab Dakriostenosis

    Dalam keadaan normal, air mata dari permukaan mata dialirkan ke dalam hidung melalui duktus nasolakrimalis. Jika saluran ini tersumbat, air mata akan menumpuk dan mengalir secara berlebihan ke pipi.

  • Penyebab Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)

    Setiap mata yang menonjol tidak selalu berarti eksoftalmos. Beratnya penonjolan mata bisa diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang disebut oftalmometer.

  • Penyebab Entropion & Ektropion

    Beberapa kasus terjadi karena pembentukan jaringan parut pada permukaan dalam kelopak mata akibat luka bakar kimia dan panas, peradangan atau reaksi alergi.

  • Penyebab Episkleritis

    Biasanya dalam waktu 1-2 minggu penyakit ini akan menghilang dengan sendirinya. Untuk mempercepat penyembuhan bisa diberikan tetes mata corticosteroid.

  • Penyebab Glaukoma

    Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika penyebabnya adala peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.

  • Penyebab Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)

    Gejala-gejala kemungkinan parah dan termasuk rasa sakit, kemerahan pada putih mata, sangat peka terhadap sinar terang, dan kehilangan penglihatan sebagian atau total.

  • Penyebab Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea

    Untuk membantu mempercepat penyembuhan, kadang dokter spesialis mata menggunakan kapas untuk mengangkat sel-sel yang mati dan rusak dari permukaan kornea.

  • Penyebab Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea

    Infeksi menyebabkan nyeri, kemerahan dan pembengkakan kelopak mata. Kornea yang terinfeksi juga dapat membengkak dan mengalami kerusakan yang berat.

  • Penyebab Kalazion

    Pengobatan utama adalah kompres hangat selama 10-15 menit, minimal 4 kali/hari. Pengompresan akan melunakkan minyak yang mengeras yang menyumbat saluran dan mempermudah pengaliran serta penyembuhan.

  • Penyebab Katarak

    Pada banyak kasus, penyebabnya tidak diketahui. Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut dan bisa diturunkan. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan beracun lainnya.

  • Penyebab Kemunduran/Degenerasi Makula

    Degenerasi Makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral.

  • Penyebab Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)

    Jika tekanan di dalam mata meningkat, diberikan obat glaukoma untuk mengurangi tekanan yang juga berfungsi meminimalkan pembengkakan kornea.

  • Penyebab Konjungtivitis

    Untuk konjungtivitis karena alergi, antihistamin per-oral (melalui mulut) bisa mengurangi gatal-gatal dan iritasi. Atau bisa juga diberikan tetes mata yang mengandung corticosteroid.

  • Penyebab Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)

    Bayi baru lahir yang terinfeksi akan mengeluarkan kotoran dari matanya dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu setelah dia lahir. Kelopak matanya membengkak, merah dan nyeri bila ditekan.

  • Penyebab Patah Tulang Orbita

    Jika fraktur menjepit saraf atau otot, atau mendorong bola mata ke belakang, dilakukan perbaikan tulang wajah melalui pembedahan.

  • Penyebab Retinitis Pigmentosa

    Sel batang pada retina (berperan dalam penglihatan pada malam hari) secara bertahap mengalami kemunduran sehingga penglihatan di ruang gelap atau penglihatan pada malam hari menurun.

  • Penyebab Retinopati Diabetikum

    Penderita diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara rutin (1 kali/tahun), yang dimulai pada tahun ke 5 setelah terdiagnosis menderita diabetes.

  • Penyebab Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy)

    Dokter membuat diagnosa Retinopati Hipertensi (Hypertensive retinopathy) menggunakan ophthalmoscope untuk melihat penampakan khusus pada retina pada seseorang dengan tekanan darah tinggi.

  • Penyebab Trakoma

    Trakoma (Konjungtivitis granuler, Oftalmia Bangsa Mesir) adalah suatu infeksi konjungtiva yang berlangsung lama dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

  • Penyebab Ulkus Kornea

    Dengan pengobatan, ulkus kornea dapat sembuh tetapi mungkin akan meninggalkan serat-serat keruh yang menyebabkan pembentukan jaringan parut dan menganggu fungsi penglihatan.

  • Penyebab Uveitis (Radang Uvea)

    Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Pada ujung iris tampak penojolan pembuluh darah, perubahan yang ringan pada kornea serta kekeruhan pada cairan yang mengisi mata (humor vitreus).

  • Tumor Jinak Konjungtiva

    Faktor resiko terjadinya pterigium adalah tinggal di daerah yang banyak terkena sinar matahari, daerah yang berdebu, berpasir atau anginnya besar.

  • Waspadai Gejala Blefaritis

    Pengobatan utama adalah membersihkan pinggiran kelopak mata untuk mengangkat minyak yang merupakan makanan bagi bakteri. Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus.

  • Waspadai Gejala Hordeolum (Stye)

    Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya.

  • Waspadai Gejala Kelainan Refraktif

    Miopia merupakan kelainan yang diturunkan dan seringkali ditemukan pada anak-anak ketika mereka berusia 8-12 tahun. Antara usia 13-19 tahun, ketika tubuh mengalami pertumbuhan yang pesat, miopia semakin memburuk.

  • Waspadai Gejala Keratitis Pungtata Superfisialis

    Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet, maka gejala-gejala biasanya munculnya agak lambat dan berlangsung selama 1-2 hari. Jika penyebabnya adalah virus, maka kelenjar getah bening di depan telinga akan membengkak dan nyeri bila ditekan.

  • Waspadai Gejala Keratokonjungtivitis Vernalis

    Tetes mata antialergi seperti cromoline, lodoxamind, ketorolac dan levokabastin merupakan pengobatan yang paling aman. Antihistamin oral juga bisa membantu meringankan gejala.

  • Waspadai Gejala Pelepasan Retina

    Seorang dokter meneliti retina melalui ophthalmoscope dan biasanya pelepasan bisa dilihat. Jika pelepasan tidak terlihat, ultrasound scan pada mata bisa menunjukkannya.

  • Waspadai Gejala Pembengkakan Kelopak Mata

    Iritan yang paling sering ditemukan adalah alergi, yang dapat menyebabkan salah satu atau kedua kelopak berkerut dan bengkak.

  • Waspadai Gejala Selulitis Orbitalis

    Contoh jaringan dari selaput mata, kulit, darah, tenggorokan atau sinus bisa dibiakkan di laboratorium untuk menentukan bakteri penyebab infeksi.

  • Waspadai Gejala Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)

    Peradangan pada sklera biasanya dihubungkan dengan penyakit autoimun (misalnya artritis rematoid, lupus eritematosus), infeksi atau cedera kimia.